SANGGAU, tembawangsanggau,id – Perayaan Misa 100 Tahun Paroki Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau dipimpin Uskup Keuskupan Sanggau Mgr Valentinus Saeng CP dan dihadiri oleh berbagai uskup di Indonesia dan para pastor serta umat dengan antusiasi di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau, Sabtu, 10 Januari 2026.
Ketua Panitia 100 Tahun Paroki Katedral Sanggau, Kubin menyampaikan bahwa tema yang diusung adalah “100 tahun penziarahan, hidup, berkembang dan berkarya tak berkesudahan”.
“Pesannya adalah mengajak kita untuk terus melangkah maju dengan semangat persaudaraan dan pengabdian bersama Kristus,” kata Kubin, Ketua Panitia.
“Kami (Panitia) mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Sekadau karena sudah memberikan suport dukungan untuk pelaksanaan kegiatan perayaan 100 tahun paroki katedral hati kudus yesus sanggau ini,” ujarnya.
Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menyampaikan bahwa Pemda Sanggau mengucapkan selamat memperingati 100 tahun Paroki Katedral Sanggau. Susana juga mengatakan, jadikan momen ini sebagai momen untuk pengembangan iman di Kabupaten Sanggau.
“Dan kita berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk terus bagaimana iman di Kabupaten Sanggau ini jadi bagian utama. Tadi kita sudah mendengar apa yang disampaikan Mgr Valentinus Saeng CP, ada beberapa program memang harus dicapai di 100 tahun ini,”kata Susana Herpena.
Harapannya, 200 tahun kedepan tentunya momentum ini menjadi bagian untuk memperkokoh iman dan silahturahmi, menuju Sanggau maju berkelanjutan dan berkeadilan.”Tentunya sesuai dengan tema perayaan 100 tahun Paroki Katedral Sanggau ini,”ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sekadau Aron menyampaikan ucapan selamat kepada Paroki Katedral Sanggau yang merayakan 100 tahun misi di Keuskupan Sanggau. “Harapan saya agar umat katolik di Kabupaten Sanggau dan Sekadau semakin berkembang, semakin maju dan kompak kedepannya untuk menyongsong masa depan Kabupaten Sanggau dan Sekadau,”katanya. (hen).
Peringatan 100 tahun Paroki juga dirangkai dengan natal dan tahun bersama Uskup, Rohaniawan, Biarawan/Biarawati, dan umat Keuskupan Sanggau.












