SANGGAU, tembawangsanggau.id — Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sanggau hingga hampir tiga bulan mendorong masyarakat Dayak di kawasan Rumah Betang Raya Dori’ Mpulor menggelar ritual adat untuk memohon turunnya hujan.
Ritual tersebut dihadiri Bupati Sanggau Yohanes Ontot bersama masyarakat dan tokoh adat. Dalam tradisi Dayak, ritual ini menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus doa bersama agar hujan segera turun dan kondisi alam kembali seimbang.
Kemarau panjang tidak hanya berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Bupati Yohanes Ontot menilai pelestarian kearifan lokal tetap penting, namun harus berjalan seiring dengan upaya pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan, termasuk menjaga lingkungan dan mengantisipasi potensi karhutla.
Masyarakat berharap hujan segera turun sehingga sumber air kembali tersedia dan kondisi lingkungan di wilayah Sanggau berangsur normal.












