banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90

42 Titik Lokasi Pengerjaan Spam di Sanggau Tahun 2024

SANGGAU,tembawangsanggau.id – Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan APBD Kabupaten Sanggau tahun 2024 untuk kegiatan pengerjaan sistem penyediaan air minum (SPAM) perdesaan di Kabupaten Sanggau untuk 42 titik lokasi. 42 lokus tersebut terdiri dari pembangunan, perluasan dan perbaikan baik itu sistem penyediaan air minum perpipaan maupun non perpipaan.

Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sanggau, Aris Sudarsono mengatakan, program sistem penyediaan air minum (SPAM) perdesaan di Kabupaten Sanggau ini merupakan salah satu standar pelayanan minimal yang merupakan indikator kinerja pemerintah dalam memberikan ketersediaan air bersih atau air minum kepada masyarakat. Selain itu, program ini merupakan indikator dalam penanganan stunting sebagai intervensi sensitif dan termasuk indeks desa membangun atau IDM serta termasuk aspek yang menentukan tingkat kekumuhan perumahan dan kawasan permukiman.

“Sampai saat ini pemerintah terus berupaya untuk melakukan pemenuhan ketersediaan air minum atau air bersih kepada masyarakat sanggau. Dengan demikian, tahun 2024 ini Dinas kami (PUPR) mengalokasikan anggaran untuk pengerjaan program sistem penyediaan air minum (SPAM) perdesaan di 42 titik lokasi,” kata Aris Sudarsono, Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sanggau.

“42 titik lokasi ini meliputi pengerjaan pembangunan, perluasan dan perbaikan baik itu spam perpipaan maupun non perpipaan,” ujarnya.

Aris Sudarsono menambahkan, program sistem penyediaan air minum atau spam perdesaan di Kabupaten Sanggau ini akan dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun karena hingga kini tercatat 51,02 persen capaian spam di Kabupaten Sanggau. Dengan demikian masyarakat juga diimbau agar tetap menjaga lingkungan sumber air bersih yang digunakan tersebut.

“Dengan adanya program spam tahun 2024 yang dilaksanakan di 42 titik lokasi ini diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat dengan capaian pelayanan air bersih dapat menjangkau minimal 80 persen,” pungkasnya.