banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90
Berita  

Wagub Krisantus Kurniawan Minta Kepada Lulusan UT Berkontribusi Untuk Pembangunan Daerah

KUBU RAYA, tembawangaanggau.id – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, menghadiri prosesi Wisuda Universitas Terbuka (UT) Pontianak di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (15/8/2026). Mengenakan toga kehormatan akademik, Wagub turut menyaksikan sebanyak 763 wisudawan dan wisudawati dari berbagai fakultas resmi menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar akademik.

Prosesi wisuda dibuka Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., bersama jajaran Universitas Terbuka Pontianak.

Dalam sambutannya, Krisantus mengatakan wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi momentum untuk melihat hadirnya sumber daya manusia yang siap mengambil peran dalam pembangunan daerah, bangsa, dan negara.

“Pada hari ini kita tidak hanya melihat toga dan senyum bahagia para lulusan. Saya melihat masa depan Kalbar yang sedang dipersiapkan untuk mengambil peran penting dalam pembangunan daerah, bangsa, dan negara,” ucapnya.

Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan merupakan buah dari ketekunan, kemandirian, dan keyakinan bahwa pendidikan mampu membawa perubahan dalam kehidupan.

Ia menilai tema wisuda “Bersama UT Menjangkau Tanpa Batas” sangat relevan dengan kondisi Kalimantan Barat yang memiliki wilayah luas dan geografis beragam. Pemerataan akses pendidikan, kata Krisantus, menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.

“Kalbar merupakan provinsi yang sangat luas. Kondisi geografis kita menghadirkan tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan, termasuk dalam memberikan akses pendidikan kepada seluruh masyarakat,” jelasnya.

Krisantus mengapresiasi peran UT yang memungkinkan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun daerah asal. Menurutnya, ketika konektivitas fisik masih terus dibangun, konektivitas digital harus dimanfaatkan untuk mempercepat pemerataan kesempatan belajar.

“Kita tidak boleh menunggu. Kita harus bergerak sekarang. Ketika konektivitas fisik masih terus kita bangun, maka konektivitas digital harus menjadi jembatan yang mempercepat pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan saat ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia melalui perluasan akses pengetahuan, literasi digital, dan kesempatan belajar.

“Kita ingin semakin banyak anak-anak Kalbar yang dapat menjadi sarjana tanpa harus meninggalkan pengabdian mereka di daerah asal. Terutama anak-anak di desa, kawasan perbatasan dan wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses pendidikan,” tuturnya.

Krisantus berharap para lulusan tidak menjadikan gelar akademik hanya sebagai pencapaian pribadi, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Seorang sarjana yang lahir dari sebuah desa adalah lentera baru bagi masyarakatnya. Kehadiran saudara-saudara dapat memperkuat tata kelola pemerintahan desa, meningkatkan produktivitas ekonomi lokal, memperluas literasi masyarakat dan menghadirkan inovasi yang dibutuhkan daerah,” ujarnya.

Selain kompetensi akademik, Wagub mengingatkan pentingnya karakter dan integritas. Menurutnya, dunia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga jujur, disiplin, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar bijak memanfaatkan teknologi digital. Menurutnya, teknologi harus digunakan untuk meningkatkan produktivitas, pengetahuan, dan kualitas sumber daya manusia, sekaligus diimbangi kemampuan literasi digital untuk menghindari hoaks, penipuan, perjudian, serta konten provokatif.

“Jadilah agen perubahan di lingkungan saudara. Jangan biarkan keterbatasan geografis membatasi cita-cita dan kontribusi saudara. Jadikan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk memecahkan persoalan masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., mengatakan lulusan UT memiliki keunggulan karena selama menjalani pendidikan dituntut untuk memiliki kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam belajar.

Ali menyebut pengalaman Krisantus sebagai alumni UT menjadi gambaran perkembangan pendidikan UT dari waktu ke waktu. Saat menempuh pendidikan pada 1993, proses pembelajaran masih banyak mengandalkan modul. Kini, UT telah bertransformasi dengan menerapkan open, distance and digital learning.

“UT hari ini sudah menggunakan platform digital dalam hampir seluruh proses bisnisnya. Mulai dari pembelajaran, tutorial hingga pelaksanaan ujian terus kami kembangkan dengan memanfaatkan teknologi,” jelasnya.

Menurut Ali, salah satu tantangan pendidikan tinggi di Indonesia adalah aksesibilitas. Karena itu, UT berupaya menghadirkan pendidikan kepada masyarakat tanpa mengharuskan mahasiswa meninggalkan pekerjaan maupun tempat tinggal.

“UT tidak memaksa mahasiswa datang ke kampus, meninggalkan pekerjaan dan komitmen sosialnya. Justru kami membawa perangkat pendidikan mendatangi mahasiswa, di mana pun mereka berada,” tuturnya.

Ia menegaskan, pendidikan UT tidak berhenti pada pemberian gelar, tetapi harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk itu, UT terus mendorong pemberdayaan mahasiswa dan alumni agar dapat berkontribusi di lingkungan masing-masing.

“Bekal pembelajaran hidup melalui UT, yaitu belajar mandiri, disiplin dan bertanggung jawab, harus ditularkan kepada masyarakat. Para wisudawan harus menjadi teladan dan ikut meyakinkan bangsa ini bahwa kita mampu,” pungkasnya.

Wisuda UT Pontianak menjadi momentum bagi ratusan lulusan untuk melanjutkan pengabdian dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap para lulusan dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.